BIND DNS Server modul


BIND (Berkeley Internet Nama Domain) adalah server DNS yang paling umum untuk sistem Unix. Beberapa versi telah dirilis selama bertahun-tahun, versi yang paling baru 9. The BIND DNS Server modul (ditemukan di bawah kategori Server) mendukung konfigurasi versi 8 dan 9. Versi yang lebih tua 4 memiliki format file konfigurasi yang berbeda, dan dapat dikonfigurasi dengan menggunakan BIND DNS Server modul 4, didokumentasikan pada bagian selanjutnya dari bab ini.

Karena BIND tersedia untuk hampir semua sistem Unix dan bekerja identik terlepas dari sistem operasi, petunjuk dalam bab ini berlaku tidak hanya untuk Linux tetapi untuk versi lain dari Unix juga. Kebanyakan versi Unix dan Linux menyertakan BIND 8 atau 9 sebagai paket standar, sehingga jarang diperlukan untuk menginstalnya. Jika modul tidak dapat menemukan server DNS, pesan kesalahan akan ditampilkan pada halaman utama – jika ini terjadi, periksa sistem operasi Anda CD atau website untuk paket BIND, atau download dan kompilasi dari http://www.isc org /. . Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

SEJARAH LINUX


Nama Linux merupakan kombinasi unik antara nama penciptanya dan nama
sistem operasi yang menjadi targetnya (UNIX). Semuanya berawal dari sebuah sistem operasi bernama Minix. Minix dibuat oleh Profesor Andrew Tanenbaum. Minix adalah sistem operasi mirip UNIX yang bekerja pada PC

Torvald adalah salah seorang mahasiswa di Universitas Helsinki yang menggunakan Minix. Walaupun cukup bagus, ia belum menganggap Minix memadai. Kemudian pada tahun 1991 ia membuat sistem operasi yang merupakan clone UNIX, yang diberi nama Linux.

Seperti halnya Minix, Linux tidak menggunakan kode apa pun dari vendor UNIX komersial, sehingga Torvalds mendistribusikan linux di internet secara bebas dan gratis.

Pada Oktober 5 1991, Torvalds mengeposkan sistem operasinya di newsgroup comp.os.minix. Ia mengumumkan bahwa source code Linux tersedia dan meminta bantuan programmer-programmer lain untuk ikut mengembangkannya. Ketika itu Linux masih setengah matang, sistem operasi ini hanya bisa menjalankan sedikit perintah UNIX, seperti bash, gcc dan gnu-make. Saat Linux 1.0 diluncurkan pada 1994, sistem operasi ini telah cukup stabil dan memiliki banyak feature, seperti preemptive multitasking (kemampuan untuk membagi sumber daya CPU untuk banyak aplikasi) dan symmetric multiprocessing (kemampuan untuk membagi tugas di antara banyak CPU). Linux bahkan memiliki maskotnya sendiri yang oleh torvalds
dijelaskan sebagai  “seekor penguin yang menggemaskan dan ramah ,yang
kekenyangan setelah makan banyak ikan hering”

Pada 1996, tim pengembangan Linux yang ada diseluruh dunia mulai memberikan hasilnya. Tahun itu mereka telah membuat versi Linux untuk sejumlah versi hardware, dari Atari ST sampai Macintosh.

Linux terus berkembang pesat, utamanya karena ada sejumlah distributor
(seperti RedHat, Caldera, dsb) yang berkompetisi untuk berebut pangsa pasar. Oleh karena itu dibentuk kelompok bernama Linux Standard Base. Kelompok ini bekerja untuk memastikan bahwa beragam distribusi Linux yang ada tetap bisa menjalankan aplikasi yang sama dan saling berinteroperasi. Saat ini ada tujuh distribusi Linuxpaling terkenal, yaitu :

  1. RedHat Linux, distributor paling populer di AS dan salah satu yang paling mudah digunakan.
  2. Mandrake Linux, distributor yang menambahkan update dan patch untuk RedHat Linux.
  3. Caldera Open Linux, distibrusi Linux dengan instalasi dan lingkungan pengguna berbasis grafis yang bagus.
  4. Suse Linux, distribusi Linux paling populer di Eropa yang  juga menyediakan perangkat instalasi dan panduan berbahasa Indonesia.
  5. Slackware Linux.
  6. Debian GNU/Linux.
  7. TurboLinux, distribusi Linux paling populer di Asia yang menyediakan dukungan untuk set karakter khusus Asia.

Kemampuan LINUX

  • Multiuser
  • Multiprocessor
  • Multitasking, memungkinkannya program-program berjalan bersamaan (background)
  • MultiThreading, dapat menciptakan subproses dengan cara efisien
  • Pembelokkan I/O, Pipe dan Filter
  • Local dan Network File System
  • Security, login dengan password, ownership, group
  • X-Window System
%d blogger menyukai ini: